Tidak jarang kita mendengar perlawanan perlawan terhadap kapitalisme global di berbagai media, baik itu media online, media cetak maupun elektronik. Seperti apa yang pernah kami temui pada berberapa waktu yang lalu, dari salah satu seorang hacker yang pernah mengahack salah satu situs internet yang terkenal di salah satu negara di bagian Amerika, ia mengatakan “saya ngehack bukan untuk kesenangan pribadi, tapi itu adalah bentuk perlawanan saya terhadap kapitalisme global”. Memang kita juga tidak dapat mengatakan bahwa kapitalisme global itu hal yang negatif, karena dilain pihak kapitalisme global juga memiliki segi positifnya, seperti tekhnologi informasi yang cepat dan lain sebagainya. Tapi dari segi negatifnya kapitalisme global melahirkan pecandu-pecandu uang yang pada akhirnya diikuti dengan penanaman modal yang besar yang bertujuan mencari keuntungan dari konsumen. Sama halnya dengan kebutuhan biologis manusia(sex) sudah jauh dari makna aslinya. Sejatinya hubungan suami istri ini merupakan hal yang sangat suci tetapi pada era kapitalisme global yang sekarang ini makna dari hubungan sex ini sudah sangat jauh menyimpang sehingga pada saat ini mencapai titik apa yang dinamakan Kapitalisme, yang tidak lain tujuannya adalah mencari keuntungan dengan apa yang mereka jual.